SEMANGAT ITU MASIH ADA SAMPAI UJUNG SENJA

Tetaplah berjuang sampai ujung senja. Jadikanlah batas kesabaran itu hingga Allah ridho pada diri. Semangatlah apa pun yang terjadi karena hakikatnya meskipun diri tak mau semangat, sesuatu apa pun itu akan tetap terjadi jua.

Sebaik-baiknya teman adalah yang menunjukkan kepada kebaikan.

Teman merupakan bagian yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan ini. Tanpa kehadiran teman kita bukanlah apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Dalam cakupan yang luas, teman juga bisa diartikan sebagai orang yang menemani kebersamaan dan membantu kita, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mendapatkan Ketenangan Hati Dalam Menghadapi Masalah Hidup

Setiap manusia tidak ada yang tidak mempunyai masalah hidup, terlepas dari segala aspek status maupun derajatnya. Terkadang masalah tersebut bisa membuat kita menjadi stres atau bahkan akhirnya menjadi sakit, namun jika kita pandai untuk mengelolanya dengan baik masalah tersebut justru bisa menjadi sesuatu pelajaran yang sangat berguna untuk kita.

Rasa gembira merupakan kesan positif kejiwaan yang muncul di berbagai keadaan.

Menghapus rasa duka dan menciptakan keceriaan merupkan hal yang cukup baik untuk diri sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat. Karena rasa duka dan ceria tidak hanya terbatas pada pribadi manusia. Keceriaan dan kesedihan seorang manusia boleh berpengaruh juga terhadap orang lain. Oleh kerana itu, kesedihan ataupun keceriaan seseroang berpengaruh juga bagi orang lain di sekitarnya.

Atasi rasa lelah

Jangan kalah sama rasa lelah. Ketika kita terjangkiti rasa lelah, hanya ada dua pilihan, berhenti atau meneruskan. Tapi ketahuilah, bahwa berhenti karena lelah itu adalah simbol dari kekalahan, menyerah dan putus asa, yang merupakan bagian dari kekufuran.

Tampilkan postingan dengan label HARIS PUNYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARIS PUNYA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Desember 2023

Hi Kids... This is your dad..

Hi Kids... This is your dad..

Ayahmu yang lagi kangen dengan bapak ibunya, ya betul mereka kakek nenekmu juga. 

Ayahmu senantiasa merindukan beliau berdua yang telah berpulang ke haribaan sang Pencipta..

Rindu yang semakin tak terbendung ini memuncak teringat mereka, terlebih kepada ibunda... 

Hi kids...

Kuharap kau kelak tidak mengecewakan ayah dan ibumu kids... 

Ayah yang tak kenal lelah untuk mendapatkan rupiah untuk kelangsungan hidupmu kids... 

Ibu yang sabar dalam merawat, mengajari dan mendidik di setiap proses tumbuh kembangmu kids... 

Memang ayah dan ibu tak berharap balasan apapun darimu suatu saat nanti kids... 

Tapi ayah dan ibu cuma ingin kau bahagia dengan jalan yang ridhoi Tuhan kita semua kids... 


Hi kids... 

Janganlah sakiti perjuangan ayah dan ibu untukmu dengan perbuatan yang tercela... 

Lihatlah sosok Alex dalam serial "Serigala Terakhir" yang berkorban untuk Ariyati sang istri dan juga Kyla anaknya... 

Alex rela mengorbankan nyawa saat ada yang berupaya mengganggu keduanya.. 

Begitu pula dengan ayahmu ini kids, yang tak rela dan selalu siaga untuk melindungi anaknya.. 


Hi kids.. 

Lihatlah pula serial Open BO yang menggambarkan pengorbanan sosok Ibu dalam diri "Ambar"... 

Yang dijalaninya membuat norma agama dan sosial jadi dilanggar...

Tapi keadaan lah yang membuat dia memilih jalan itu dan akhirnya namanya menjadi tercemar... 

Kita memang tidak boleh menjudge seseorang dengan satu sisi saja yang mungkin itu hanya penilaian liar... 

Kita harus mencoba adil dalam menilai serta memberikan solusi agar seseorang bisa keluar dari problem dan kembali ke jalan yang benar... 


Hi Kids... 

Kau juga perlu melihat Film "Air Mata di Ujung Sajadah"... 

Ibu Aqila dan Bhaskara harus tujuh tahun berpisah... 

Demi suatu ambisi dari si nenek agar keluarga tetap punya marwah... 

Lihatlah ketika mereka dipertemukan untuk kali pertama, air mata bahagia seakan terpecah...

Dan akhirnya mereka harus berpisah lagi, kesedihan kian terasa karena mereka tak bisa untuk tinggal dalam satu rumah... 


Hi Kids... 

Ku harap kamu seperti "Kartika" yang mampu menerima kekurangan sang ayah yaitu "Dodo Rozak"... 

Di Film Miracle in Cell no. 7 dia digambarkan sebagai perempuan yang kuat dalam menerima kondisi sang bapak... 

Pengorbanannya, jerih payahnya dia lakukan agar fakta bisa terkuak... 

Agar hukum tak lagi menjadi ajang tawar-menawar oleh mereka yang gila harta dan tahta, yang akhirnya justru karena itu mereka diperbudak... 


Hi Kids...

Cukup sudah tulisan ini aku buat... 

Dibuat tatkala hujan lebat... 

Di saat menunggu datangnya waktu shalat... 

(hsa/30-12-23)

Selasa, 11 September 2012

Haris saputro


Secara administratif diriku lahir 17 tahun yg lalu tepatnya pada 19 Desember. Tapi gak tau juga kebenaran tentang itu. Soalnya kata ibuku aku lahir pada hari Minggu Legi, sedangkan 17 tahun yang lalu itu pada 19 Desember 1995 itu bukan Minggu Legi melainkan Selasa apa gak tau aku nggak sempat ngecek.  Jadi hal itulah yang buat diriku bimbang. Namun aku berfikir lebih dewasa, apalah artinya sebuah usia. Itu hanya data statistika yang semakin mendekatkan kita dengan kematian.  
Waktuku bayi (entah itu usia berapa tahun) aku dirawat oleh nenekku dan itu mungkin yang menjadikan diriku menjadi bayi pertama di dunia yang meminum ASN(Air Susu Nenek) yang jelas tidak ada rasanya. Aku telah tertipu oleh seorang nenek dengan air susunya  -.-“. Tapi tak apalah soalnya pada saat yang bersamaan ibuku sedang mengandung adikku. Dan aku juga sangat berterima kasih atas air susu dari nenek yang tidak ada rasanya itu . Dan karena nenek juga yang membiayai sekolahku sejak SMP setelah sang kakek meninggal.
Aku lahir dari keluarga yang kurang mampu. Aku bertekad untuk memakmurkan dan meningkatkan derajat keluarga menjadi lebih dari sebelumnya. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih cita-citaku. Aku juga rela berbuat apa saja untuk meraih itu asal yang aku lakukan masih dijalan yang benar.
Aku tidak pernah mengenyam bangku TK sama sekali. Aku juga apa alasannya kenapa aku tidak mengenyam bangku TK, entah karena memang aku sendiri tidak suka menggambar yang konon di TK hanya diajarkan menyanyi dan menggambar ataupun orang tuaku yang  tidak punya biaya untuk memasukkan aku ke TK. Namun dengan sebuah alasan itu aku dapat berprestasi di SD dengan menjadi juara kelas dari kelas 1 sampai  kelas 6 (ya paling tidak masuk 5 besar). Pada kelas 6 aku ditaksir oleh seorang cewek. Namun karena aku yang tidak tahu-menahu tentang pacaran akhirnya tidak mau untuk berpacaran. Aku malah membalas surat yang dia kirimkan kepadaku dengan tumpukan sampah. Sungguh tidak punya perasaan sama sekali diriku ini :/. Untungnya pas SMP kita satu sekolahan jadi aku jadi malu setiap ketemu dia.
Waktu jaman-jaman SMP aku menjadi anak yang culun abis. Soalnya dari SD-ku yang masuk ke SMP itu hanya 2 anak yaitu, aku dan temenku Hasta namanya. Aku tidak punya teman ketika awal-awal SMP. Aku mungkin dapat dikatakan sebagai murid yang kurang ajar. Bagaimana tidak baru kelas 7 aku sudah berani dengan wali kelasku, bahkan aku menantangnya untuk debat. Di kelas 8 aku bertambah lebih kurang ajar, aku memecahkan kaca yang ada dikelasku dan aku mendapatkan point dari BP gara-gara ngupil ketika KBM berlangsung. Di kelas 9 aku dikeluarkan darii kelas karena aku biacara yang melantur dari pokok bahasan. Dan ketika saat solat aku hanya tanda tangan absen dan pergi kembali ke kantin.
Ketika pertama masuk SMA aku seperti ketika pada aku masuk SMP. Di setiap tingkatan kelas aku selalu membuat olah pada setiap sesi KBM. Di kelas 10 aku sudah 3 kali bolos, 2 kali terlambat dank arena itu aku di skorsing 3 hari dengan tugas yang banyak. Di kelas 11 aku  menggemparkan SMA dengan meng-upload foto guru bahasa Indonesia yang aku jepret ketika sedang mebuka permen frozz  dengan bibir yang monyong yang sekaligus seksi. Di komen pun temanku mengolok-olok guru tersebut. Di kelas 12 aku menjadi sedikit pribadi yang yang lebih baik namun tetap clengekan alias urakan. Pada akhir-akhir SMA aku merasakan sebuah rasa kehilangan. Aku kehilangan sebuah keluarga yang kurasa baru sekejap saja merasakan kehangatan dalam suka, duka, pertikaian dan penjelekan satu sama lain.
Selama aku hidup aku belum pernah berprestasi. Mungkin yang aku ingat sampai sekarang adalah prestasi juara 2 cerdas cermat antar TPA sekota Madiun. Tapi entah kenapa aku tidak diberi sertifikat oleh pengajar di TPA ku. Mungkin itu tidak tergolong dalam prestasi akademik. Dan sebab itu tidak ada sertifikat ataupun piagam yang ku dapat dari itu.
Sekarang aku kuliah di Universitas Brawijaya. Disini  aku berniat untuk berprestasi baik dalam hal akademik ataupun non akademik. Aku juga ingin mahasiswa yang “AKADEMITIF serta ORGANITATIF”. Dan hanya sebuah senyuman bangga orang tua lah yang aku inginkan selama ini.