SEMANGAT ITU MASIH ADA SAMPAI UJUNG SENJA

Tetaplah berjuang sampai ujung senja. Jadikanlah batas kesabaran itu hingga Allah ridho pada diri. Semangatlah apa pun yang terjadi karena hakikatnya meskipun diri tak mau semangat, sesuatu apa pun itu akan tetap terjadi jua.

Sebaik-baiknya teman adalah yang menunjukkan kepada kebaikan.

Teman merupakan bagian yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan ini. Tanpa kehadiran teman kita bukanlah apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Dalam cakupan yang luas, teman juga bisa diartikan sebagai orang yang menemani kebersamaan dan membantu kita, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mendapatkan Ketenangan Hati Dalam Menghadapi Masalah Hidup

Setiap manusia tidak ada yang tidak mempunyai masalah hidup, terlepas dari segala aspek status maupun derajatnya. Terkadang masalah tersebut bisa membuat kita menjadi stres atau bahkan akhirnya menjadi sakit, namun jika kita pandai untuk mengelolanya dengan baik masalah tersebut justru bisa menjadi sesuatu pelajaran yang sangat berguna untuk kita.

Rasa gembira merupakan kesan positif kejiwaan yang muncul di berbagai keadaan.

Menghapus rasa duka dan menciptakan keceriaan merupkan hal yang cukup baik untuk diri sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat. Karena rasa duka dan ceria tidak hanya terbatas pada pribadi manusia. Keceriaan dan kesedihan seorang manusia boleh berpengaruh juga terhadap orang lain. Oleh kerana itu, kesedihan ataupun keceriaan seseroang berpengaruh juga bagi orang lain di sekitarnya.

Atasi rasa lelah

Jangan kalah sama rasa lelah. Ketika kita terjangkiti rasa lelah, hanya ada dua pilihan, berhenti atau meneruskan. Tapi ketahuilah, bahwa berhenti karena lelah itu adalah simbol dari kekalahan, menyerah dan putus asa, yang merupakan bagian dari kekufuran.

Sabtu, 01 November 2014

DO’A ASYURO

Do’a ini dibaca setelah Maghrib

Barang siapa pada hari Asyuro
(yaitu pada tanggal 10 Muharrom)
Membaca sebanyak 70 x



Kemudian membaca do'a di bawah ini sebanyak 7 x
Insya Allah akan panjang umur sehat wal afiat sampai tahun berikutnya



Berkaitan dengan datangnya tanggal 10 Muharram yang mulia tersebut, ulama’ mengajarkan berbagai kebajikan yang hendaknya diamalkan sebagai penghiasnya. Amalan pertama adalah melapangkan nafkah untuk anak dan istri, yakni dengan menambah kegembiraan di hati keluarga. Caranya bisa dengan menambah uang belanja, agar hari itu keluarga bisa menikmati makanan yang lebih baik dari hari biasa. Bisa juga Anda memberikan hadiah yang tidak disangka-sangka, meski harganya tidak mahal. Amalan ini memiliki keutamaan, Allah akan melapangkan hidup orang tersebut sepanjang tahun itu.

Amalan kedua ialah mengusap kepala anak yatim. Istilah mengusap adalah kiasan untuk menyantuni anak yatim. Fadhilahnya ialah Allah akan menganugerahkan kebaikan bagi tiap-tiap rambut yang diusapnya. Amalan ketiga ialah memuliakan fakir miskin. Keutamaannya ialah Allah akan melapangkan alam kuburnya.

Amalan keempat ialah menahan amarah. Fadhilahnya, di akhirat nanti, Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang ridho dan diridhoi. Amalan kelima adalah menunjukkan jalan bagi orang yang sesat. Fadhilahnya ialah Allah akan menyinarkan cahaya iman ke dalam hatinya.

Amalan keenam, tentu saja, bershodaqoh. Fadhilahnya ialah Allah akan menjauhkannya dari siksa neraka, sejauh jarak seekor gagak yang terbang tanpa berhenti dari kecil hingga ia mati. Amalan ketujuh, memelihara kehormatan diri. Fadhilahnya, Allah akan mengaruniakan hidup yg senantiasa diterangi cahaya keimanan.Juga dia dicatat seperti bersedekah dalam setahun sebagaimana dikatakan oleh sahabat Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, "Barangsiapa berpuasa Asyuro maka seakan-akan dia berpuasa selama setahun dan siapa yang bersedekah pada hari itu, maka seakan-akan dia bersedekah selama setahun."

Amalan kedelapan ialah memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah, karena sabda Nabi SAW
"... Sesungguhnya pada bulan Muharrom terdapat satu hari (yaitu Asyuro) dimana Allah telah mengampuni di hari itu suatu kaum dan Dia akan mengampuni pada kaum-kaum yang lain." (HR. Tirmidzi dari Ali bin Abi Tholib). Yang kesembilan memperbanyak sholat sunnah. Fadhilahnya, Allah akan mengampuni atas dosanya.

Amalan kesepuluh memperbanyak membaca "Hasbiyallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir." Fadhilahnya, tidak akan mati pada tahun itu. Amalan kesebelas, menjamu orang yang berbuka puasa. Fadhilahnya diberi pahala seperti memberikan buka puasa kepada sekalian orang islam. Yang kedua belas ialah berpuasa Asyuro.

Kecuali berpuasa dan menyantuni anak yatim yang memang sudah termasyhur kesunnahannya, sebagian besar amalaiah dan fadhilah tersebut memang tidak mempunyai dasar hukum yang kuat. Namun, ada sebagian ulama' yang memperbolehkan penggunaannya sebagai bagian dari fadhoil al a'mal, penambah keutamaan ibadah. Maka dari itu, terlepas dari kontroversi mengenai kekuatan hukumnya, pengamalan semua anjuran tersebut dikembalikan pada ketetapan hati pelakunya.

Wallahu a'lam bish showab.