SEMANGAT ITU MASIH ADA SAMPAI UJUNG SENJA

Tetaplah berjuang sampai ujung senja. Jadikanlah batas kesabaran itu hingga Allah ridho pada diri. Semangatlah apa pun yang terjadi karena hakikatnya meskipun diri tak mau semangat, sesuatu apa pun itu akan tetap terjadi jua.

Sebaik-baiknya teman adalah yang menunjukkan kepada kebaikan.

Teman merupakan bagian yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan ini. Tanpa kehadiran teman kita bukanlah apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Dalam cakupan yang luas, teman juga bisa diartikan sebagai orang yang menemani kebersamaan dan membantu kita, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mendapatkan Ketenangan Hati Dalam Menghadapi Masalah Hidup

Setiap manusia tidak ada yang tidak mempunyai masalah hidup, terlepas dari segala aspek status maupun derajatnya. Terkadang masalah tersebut bisa membuat kita menjadi stres atau bahkan akhirnya menjadi sakit, namun jika kita pandai untuk mengelolanya dengan baik masalah tersebut justru bisa menjadi sesuatu pelajaran yang sangat berguna untuk kita.

Rasa gembira merupakan kesan positif kejiwaan yang muncul di berbagai keadaan.

Menghapus rasa duka dan menciptakan keceriaan merupkan hal yang cukup baik untuk diri sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat. Karena rasa duka dan ceria tidak hanya terbatas pada pribadi manusia. Keceriaan dan kesedihan seorang manusia boleh berpengaruh juga terhadap orang lain. Oleh kerana itu, kesedihan ataupun keceriaan seseroang berpengaruh juga bagi orang lain di sekitarnya.

Atasi rasa lelah

Jangan kalah sama rasa lelah. Ketika kita terjangkiti rasa lelah, hanya ada dua pilihan, berhenti atau meneruskan. Tapi ketahuilah, bahwa berhenti karena lelah itu adalah simbol dari kekalahan, menyerah dan putus asa, yang merupakan bagian dari kekufuran.

Tampilkan postingan dengan label LEMBAGA-KU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEMBAGA-KU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

MALANG MENULIS

Wadah belajar dan berkarya bagi pecinta ilmu dan aksara di Malang Raya. Berdiri pada tanggal 17 Januari 2013. Diprakarsai oleh Nur Ruli Abis Wigati dan Kholid Amrullah. Komunitas yang akan melaunching buku pertama yang berjudul "BAKSO AREMA". Buku antologi yang berisikan kumpulan cerpen dan puisi  karya para anggota komunitas tersebut. Launching buku yang insha allah akan diselenggarakan pada 26 Januari 2014 bertempat di Toko Buku Gramedia Malang Town Square.

Ayo Gabung di : MALANG MENULIS

Sabtu, 21 Desember 2013

AREK SMP LORO

Profil Sekolah

SMP Negeri 2 Madiun merupakan salah satu sekolah rintisan SBI, yang berdiri di atas lahan 3520 m2 berada di jantung kota Madiun, tepatnya di Jalan H. Agus Salim 31 Madiun Jawa Timur dan masih mungkin dikembangkan di lokasi lain.

Nama Sekolah: SMP NEGERI 2 MADIIUN
Alamat: Kampus I Jl. H. Agus Salim 31 Kota Madiun
Kampus II Jl. H. Agus Salim 39 Kota Madiun
Kelurahan: PANDEAN
Kecamatan: TAMAN
Kota: MADIUN Kodepos: 63133
Propinsi: JAWA TIMUR
NSS/NSM/NDS: 201056203001

Akreditasi: A
Tahun berdiri: 1946



Sejarah

Pada jaman penjajahan Belanda, di Kota Madiun hanya ada sekolah setingkat SMP yakni MULO (Meer Uidgebreide Onderwij) yang berada di Jalan Pengadilan sekarang Jalan Kartini. Pada saat itu persyaratan menjadi siswa SMP (MULO) memang dipersulit, hanya anak orang-orang tertentu saja, misal: wedono, mantri, ningrat, sehingga kesempatan bagi rakyat biasa tidak ada peluang yang dapat diterima walaupun banyak para pemuda yang ingin belajar.

Setelah kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, Pemerintah Kota Madiun berhasil mendirikan suatu SMP baru yang disebut SMP Kota yang gedungnya menempati bekas gedung HCS (Hoolandch Chinnessch School) sekolah yang hanya untuk orang Belanda dan China. Dengan berdirinya SMP Kota tersebut merupakan kebahagiaan bagi masyarakat Madiun, sebab kesempatan untuk menuntut ilmu terbuka. Walaupun belum menampung semua lulusan Sekolah Rakyat (SR) pada waktu itu.

SMP Kota akhirnya diambil oleh kementrian P dan K yang saat itu dijabat oleh Mr. Ali Sastroamijoyo dari tangan Pemerintah Kota, dengan SK No. 5103/B, tanggal 17 Agustus 1946 kemudian diganti nama SMP 2 Madiun yang diresmikan pada tanggal 17 September 1946, dibawah pembinaan yang pertama Bapak SOETJIPTO. Sehingga HUT SMP 2 Madiun selalu diperingati tanggal 17 September setiap tahunnya sampai sekarang.

Pada tahun 1947 terjadi penyerangan Belanda yang dsebut AGRESI BELANDA I pada waktu itu Kota Madiun dibanjiri pengungsi dari Surabaya dan sekitarnya karena Kota Surabaya menjadi sasaran utama dari penyerangan Belanda. Diantara pengungsi juga banyak pelajar yang akhirnya ditampung di SMP 2 Madiun. Dengan semangat para pelajar ingin membela Negara dan Bangsa, maka tergerak membentuk organisasi yang dinamakan IKATAN PELAJAR INDONESIA (IPI) kemudian diadakan konggres pelajar di Malang tahun 1946 berubahlah dari IPI menjadi TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar).

Pada perkembangan selanjutnya oleh Walikota Madiun mengijinkan gedung SMP 2 menjadi markas bagi TRIP maka dari itulah muncul sebutan baru bagi SMP 2 yaitu SMP PERTAHANAN. Dikarenakan sebagian besar siswanya adalah anggota TRIP yang berjiwa patriot untuk mempertahankan kemerdekaan RI, bertempat tinggal, belajar sambil berjuang angkat senjata. Agresi Belanda ke I belum reda, disusul tragedi Nasional tanggal 18 September 1948 yaitu Perebutan Kekuasaan oleh Pemberontakan PKI Muso di Kota Madiun. Situasi Kota Madiun kacau, banyak gangguan dan hambatan, bahkan gedung SMP 2 Madiun kelihatan kosong, kegiatan belajar tetap berjalan walaupun di berbagai tempat.

Pada saat itu para pelajar yang termasuk tentara yang disebut TRIP yang bermarkas di gedung SMP 2 Madiun menjadi incaran juga. Peristiwa ini merupakan catatan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia, begitu besarnya semangat para pelajar yang berjiwa patriotik, dengan gigih dan berani menentang bahkan mengangkat senjata untuk melawan musuh pengkhianat kesatuan bangsa, mengikis habis terhadap pemberontakan Komunis di Indonesia.

Bahkan diantara pemuda TRIP ada yang gugur tepatnya di halaman SMP 2 Madiun sebagai pahlawan bangsa yaitu MOELJADI pada tanggal 21 September 1948 sedangkan beberapa temannya dibunuh di Desa Kresek Kabupaten Madiun dan untuk mengenangnya diabadikan monumen Perjuangan MASTRIP yang berada di Jalan Mastrip berupa Patung MOELJADI berdiri tegak mengangkat senjata dan Tugu Monumen di halaman SMP 2 Madiun.

Redanya pemberontakan PKI, muncul peristiwa lagi yakni Agresi Belanda II, tepatnya tanggal 19 Desember 1948. Pada saat itu para pemuda benar-benar ingin menunjukkan darma bhaktinya kepada Nusa dan Bangsa ikut angkat senjata. Walaupun mengalami kendala dan kesulitan mereka tetap berjuang sampai titik darah penghabisan sekalipun. Semangat inilah yang harus di warisi oleh generasi sekarang khususnya siswa-siswi SMP Negeri 2 Madiun. 


Kurikulum


  • Mewujudkan standar kompetensi lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional


  • Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai tuntutan SBI
  • Pengembangan PBM dan KBM yang bertaraf internasional
  • Menyiapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk mengelola sekolah bertaraf internasional
  • Pengembangan sarana prasarana dan media pembelajaran sesuai SNP yang memiliki daya saing Internasional
  • Mewujudkan Manajemen sekolah yang bertaraf internasional
  • Mengembangkan pembiayaan untuk memenuhi standar biaya sekolah bertaraf internasional
  • Mengembangkan pembiayaan untuk memenuhi standar biaya sekolah bertaraf internasional



  • Strategi Pelaksanaan/Pencapaian
    1. Terwujudnya standar kompetensi lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional
      1. Menyusun standar SKL yang bertaraf internasional yang berlaku di sekolah melalui stakeholder.
      2. Meningkatkan dan memperdalam SKL nasional menjadi SKL internasional
      3. Melaksanakan pembinaan seni yang sesuai dengan budaya nasional yang mampu berkompetisi di tingkat Internasional
      4. Melaksanakan pembinaan olimpiade matematika, fisika, dan bahasa Inggris
      5. Melaksanakan pengembangan kemampuan bahasa Inggris, Jepang, dan ICT
    2. Mengembangkan Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang bertaraf internasional
      1. Mewujudkan pengembangan kurikulum bertaraf internasional.
      2. Mewujudkan pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran dan perangkat lainnya yang bertaraf internasional.
      3. Berkolaborasi dengan pihak lain untuk menentukan standar kompetensi yang bertaraf Internasional.
      4. Menetapkan kompetensi dasar dan indikator-indikator kompetensi internasional.
      5. Menetapkan mata pelajaran MIPA sebagai wujud dari pengembangan kurikulum yang bertaraf Internasional.
      6. Komputerisasi dokumentasi perangkat kurikulum yang bertaraf Internasional.
    3. Terealisasinya proses belajar mengajar yang bertaraf Internasional.
      1. Merencanakan program guna mendukung keterlaksanaan PBM bertaraf internasional.
      2. Menetapkan penggunaan ICT untuk strategi pembelajaran yang bertaraf internasional.
      3. Menetapkan model atau metode pembelajaran yang relevan.
      4. Menyelenggarakan kegiatan remidial, pengayaan (IB) serta bimbingan karir.
      5. Melaksanakan kegiatan intra dan ekstra yang bertaraf Internasional.
      6. Pemantapan pengembangan ESQ siswa.
      7. Menyelenggarakan meeting guru.
    4. Tersedianya tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk mengelola sekolah bertaraf internasional.
      1. Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris bagi guru dan tenaga kependidikan.
      2. Peningkatan kemampuan pengoperasian komputer dan internet bagi semua warga sekolah.
      3. Peningkatan kemampuan guru dalam bidang studi sesuai dengan disiplin ilmunya.
      4. Mengadakan pelatihan bagi guru dan pegawai untuk meningkatkan kualifikasi kompetensi pendidikannya.
    5. Terpenuhinya sarana dan prasarana pendidikan yang bertaraf Internasional.
      1. Membuat program dalam upaya pengembangan fasilitas bertaraf internasional
      2. Memenuhi fasilitas pokok sekolah bertaraf internasional.
      3. Mewujudkan fasilitas pendukung bertaraf internasional.
      4. Menambah buku-buku sumber pembelajaran untuk semua mata pelajaran baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
      5. Menambah jaringan koneksi internet di seluruh area sekolah
      6. Menyediakan sumber belajar yang memadai yang bertaraf Internasional.
    6. Terwujudnya Manajemen sekolah yang bertaraf Internasional.
      1. Membuat program-program dalam upaya pengembangan manajemen sekolah bertaraf internasional.
      2. Menerapkan model manajemen berbasis sekolah yang bertaraf Internasional.
      3. Mengimplementasikan model manajemen sekolah dengan brand making internasional.
      4. Membina hubungan dengan sekolah lain yang telah bertaraf internasional.
      5. Memantapkan struktur keorganisasian, tugas pokok dan fungsi masing-masing.
    7. Terpenuhinya pembiayaan untuk memenuhi standar biaya sekolah bertaraf internasional.
      1. Membuat program-program dalam upaya pengembangan pembiayaan sekolah bertaraf internasional
      2. Menggalang sumber pendanaan yang lebih banyak untuk penyelenggaraan dan operasional SBI.
      3. Memaksimalkan potensi sekolah untuk meningkatkan daya saing global.
      4. Mengadakan reuni alumni guna menggalang dana untuk pengembangan sekolah.
    8. Menggunakan sistem penilaian pendidikan yang bertaraf internasional.
      1. Melaksanakan penilaian dengan memperhatikan ketuntasan.
      2. Menentukan standar nilai yang bertaraf internasional.
      3. Menetapkan model program penilaian pembelajaran yang bertaraf internasional.
      4. Menyelenggarakan model penilaian pembelajaran yang bertaraf internasional.
      5. Melaksanakan Ujian Akhir Sekolah dengan standar Internasional.
      6. Mewujudkan dokumen penilaian dengan komputerisasi. 


    Visi dan Misi

    Visi Sekolah

    "BERPRESTASI DALAM MUTU IPTEK, IMTAQ YANG BERBUDAYA DAN BERDAYAGUNA SIAP BERKOMPETISI DALAM KOMUNITAS INTERNASIONAL"


    Indikator
    • Meningkatnya Iman, Taqwa dan Budi Pekerti
    • Unggul dalam pelaksanaan KTSP dan KBM yang berstandar Internasional
    • Unggul dalam Penilaian dan Kelulusan berstandar Internasional
    • Meningkatnya Nilai UAN
    • Meningkatnya kegiatan Ekstrakurikuler yang berstandar Internasional
    • Meningkatnya disiplin dan kepedulian Sosial
    • Unggul dalam Tenaga Kependidikan dan pengelolaan yang berstandar Internasional
    • Unggul dalam Sarana Prasarana dan Efisiensi Pembiayaan yang berstandar Internasional.

    Misi Sekolah
    • Melaksanakan pengembangan Kurikulum pendidikan yang berstandar Internasional.
    • Melaksanakan pengembangan pelaksanaan pembelajaran yang berstandar Internasional
    • Mengoptimalkan pelaksanaan PBM dan KBM untuk meningkatkan prestasi yang berstandar Internasional.
    • Melaksanakan program bilingual
    • Melaksanakan Sistem pembelajaran KBK secara tepat yang berstandar Internasional.
    • Melaksanakan Sistem penilaian KBK secara tepat yang berstandar Internasional.
    • Membentuk TIM Pembinaan IB (Intensif Belajar) untuk melaksanakan Pengayaan dan Perbaikan.
    • Meningkatkan inovasi program lancar bahasa Inggris bagi siswa dan guru yang berstandar Internasional.
    • Membina kegiatan ketrampilan siswa, guru ekstra kurikuler sesuai skala prioritas, diikuti memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan guru yang seimbang yang berstandar Internasional.
    • Membina Imtaq semua warga, menuju kegiatan nyata untuk membentuk budi pekerti/ahklaq luhur.
    • Mewujudkan Tim Evaluasi ketertiban dan kedisiplinan untuk menindaklanjuti kelemahan dan kemajuan sekolah.
    • Membiasakan setiap warga sekolah berperilaku disiplin dan peka terhadap kepedulian sosial.
    • Membina hubungan harmonis antar warga sekolah dan lingkungan.
    • Menciptakan lingkungan belajar nyaman dan sehat yang berstandar Internasional.
    • Mengoptimalkan pendidikan dan pelatihan sampai ke luar negeri, dan MGMP bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang berstandar Internasional.
    • Melengkapi dan mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana serta keamanannya.
    • Melaksanakan dan mensosialisasikan MBS yang berstandar Internasional.
    • Melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja sekolah.
    • Melaksanakan penggalangan partisipasi masyarakat.
    • Melaksanakan pengembangan pembiayaan pendidikan yang efisien yang berstandar Internasional.

    sumber : SMP loro
     

    SMASA MADIUN

    1.  VISI  :
    • Terwujudnya generasi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, berilmu dan peduli serta berbudaya lingkungan.
     2. MISI :

    • Menumbuhkembangkan nilai-nilai agama demi terwujudnya keseimbangan IMTAQ dan IPTEK yang mengarah pada pembentukan pribadi yang berbudi pekerti luhur.
    • Menyelenggarakan sistem Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kecakapan hidup.
    • Melaksanakan program pembelajaran yang menghasilkan lulusan berkualitas dan mampu bersaing di era global.
    • Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah demi terwujudnya lingkungan sekolah yang kondusif sebagai upaya peningkatan kualitas  hasil pendidikan.
    • Mewujudkan Sekolah Katagori Mandiri dengan pemenuhan 8  Standar Nasional Pendidikan.
    • Mewujudkan Sekolah Adiwiyata  dalam rangka pelestarian dan peningkatan kualitas lingkungan serta mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.

    3.  TUJUAN :
    • Meningkatkan kegiatan keagamaan melalui peringatan hari besar agama, do’a  bersama dan penambahan wawasan keagamaan.
    • Meningkatkan kegiatan pelatihan, penelitian, dan penerapan teknologi informasi komunikasi.
    • Meningkatkan budaya tertib, disiplin, jujur  dan beretos kerja tinggi.
    • Meningkatkan pembelajaran berbasis PAIKEM dan ICT. 
    • Meningkatkan rata- rata nilai Ujian Nasional.  
    • Meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di PTN.
    • Meningkatkan prestasi di bidang olah raga, seni dan sains.
    • Mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
    • Meningkatkan hubungan yang sinergis denganp perguruan tinggi,  dunia usaha dan industri.
    • Meningkatkan kualitas lingkungan sekolah yang bersih indah dan asri untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan berkarakter.

    Sejarah Singkat
    SMA NEGERI 1 MADIUN
              Keberadaan SMA Negeri 1 Madiun yang terletak di jalan Mastrip 19 Madiun, sebagai salah satu SMA Negeri di kota Madiun, berawal ketika beberapa orang tokoh masyarakat, antara lain : Bapak Dewo Modjo, Ibu Setyowati, Bapak Dwidjo, Bapak Tarno dan Bapak Soehoed Nosingo pada bulan Mei 1946 mendirikan sebuah lembaga pendidikan sekolah menengah di kota Madiun. Dalam perjalanan singkatnya tepatnya pada tanggal 19 September 1946 lembaga pendidikan tersebut telah mendapat pengakuan dari pemerintah, dengan nama resmi Sekolah Menengah Tinggi disingkat SMT yang bertempat di Gedung Kamar Bola, jalan Pahlawan no. 23 Madiun, yang kini menjadi Markas KODIM 0803 Madiun, dan untuk pertama kalinya jabatan kepala sekolah dipercayakan kepada Bapak Soehoed Nosingo.
              Pada tahun 1947, Bapak Soehoed Nosingo digantikan oleh Bapak Mardowo, pada saat itu, nama Sekolah Menengah Tinggi (SMT) berubah menjadi Sekolah Menengah Atas atau SMA. Pada tahun 1948, lokasi SMA pindah ke jalan Biliton no. 24, yang sekarang ditempati oleh SMA Negeri 2 Madiun.
              Dalam perjalanan selanjutnya di tahun 1950 Bapak Mardowo digantikan oleh Bapak R. Soeratno Ratnodihardjo. Pada era kepemimpinan Bapak R. Soeratno Ratnodihardjo, sebutan SMA berkembang menjadi SMA Negeri 1 Madiun, dan memasuki tahun 1960 SMA Negeri 1 Madiun menempati gedung yang baru, yaitu gedung SMA Negeri 1 Madiun di jalan Mastrip no. 19 Madiun hingga kini.
    Selanjutnya kepemimpinan di SMA Negeri 1 madiun adalah sebagai berikut :
    • Tahun 1963 – 1966 dipimpin oleh Bapak R. Soedarto
    • Tahun 1966 – 1969 dipimpin oleh Bapak Drs. Imam Soenardji, yang beberapa tahun kemudian beliau menjadi Walikota Madiun.
    • Tahun 1969 – 1975 dipimpin oleh Bapak Drs. Arief Soebandi
    • Tahun 1975 – 1978 dipimpin oleh Bapak Drs. Slamet Boedhiharto
    • Tahun 1978 – 1988 dipimpin oleh Bapak Martono, B.A
    • Tahun 1988 – 1990 dipimpin oleh Bapak Drs. R. Soenardi Parto Koesoemo
    • Tahun 1990 – 1994 dipimpin oleh Bapak Martadji, B.A
    • Tahun 1994 – 2002 dipimpin oleh Bapak Drs. Soedarno
    • Tahun 2002 – 2005 dipimpin oleh Bapak Drs. H. Hari Suryanto, MM
    • Tahun 2005 – 2009 dipimpin oleh Bapak H. Bashori, S.Pd, MM
    Mulai Desember 2009 Bapak H. Bashori, S.Pd, MM digantikan oleh Bapak Bambang Setyo Budiono, S.Pd, M.Pd. Dengan visi beliau yaitu “ Terwujudnya generasi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, berilmu dan peduli serta berbudaya lingkungan “. Semoga dengan upaya yang dilakukan SMA Negeri 1 Madiun dapat meningkatkan jati dirinya serta mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk bersaing di masa mendatang.

    Majulah SMASA dan Jayalah Indonesia


    sumber : cah smasa

    Water Resource Engineering

    PROFIL


    Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) berdiri pada tahun 1976 merupakan jurusan ke 3 di Fakultas Teknik dan pada tahun 2004 memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) dengan nilai A.
    Saat ini Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mempunyai 5 Kelompok Bidang Keahlian dengan tenaga pengajar (dosen)  berjumlah 34 orang dan jumlah mahasiswa pada Semester Genap 2010/2011 sebesar 404 orang dengan jalur penerimaan mahasiswa baru yaitu PSB, SNPTN, SAP dan SPMK.
    Kampus Jurusan Teknik Pengairan terletak disisi utara area Fakultas Teknik merupakan jenjang pendidikan Strata 1 dengan 144 sks yang harus diselesaikan mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana.Sampai dengan bulan Juni 2011 Jurusan Teknik Pengairan telah meluluskan 1605 orang Sarjana Teknik Pengairan. Fasilitas yang tersedia di Jurusan Teknik Pengairan yaitu Gedung Kuliah, Ruang Seminar, Laboratorium, Perpustakaan, Akses Internet.
    Aktivitas rutin yang dilakukan di Jurusan Teknik Pengairan meliputi aktivitas penelitian dan kegiatan terapan, serta jasa layanan konsultasi teknik.
    Bidang Keahlian :
    • Sistem Informasi Sumber Daya Air
    • Konservasi Sumber Daya Air
    • Pemanfaatan dan Pendayagunaan Sumber Daya Air
    • Perencanaan Teknik Bangunan Air
    • Pengetahuan Dasar Teknik Sumber Daya Air

    Alamat Kontak Jurusan Teknik  Pengairan
    Jln. Mayjend Haryono 167 Malang 65145 Indonesia
    Telp. +62 341 562454
    Fax +62 341 562454
    Email:tsa_ub@ub.ac.id
    SEJARAH BERDIRINYA TEKNIK PENGAIRAN
    Jurusan Teknik Pengairan merupakan salah satu dari enam jurusan dan dua program studi yang ada di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Kelima jurusan lainnya adalah Jurusan Teknik Sipil, Jurusan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Arsitektur dan Jurusa
    n Perencanaan Wilayah Kota.

    Teknik Pengairan berdiri karena kebutuhan tenaga ahli bidang pengairan terasa kian mendesak semenjak program pengadaan pangan nasional, khususnya beras, menjadi sasaran utama pembangunan semenjak Pelita Pertama.

    Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut yaitu dari segi  ketersediaan jumlah dan mutu tenaga ahli pengairan, meskipum penambahannya telah dilakukan secara sungguh-sungguh, dirasakan tetap kurang mencukupi, terutama dengan semakin cepatnya pembangunan di bidang pengairan sejak tahun 1970.

    Departemen Pekerjaan Umum, dimotori oleh Direktorat Jenderal Pengairan pada tahun 1972 melakukan terobosan yaitu dengan melakukan kerjasama berbagai perguruan tinggi untuk memenuhi kekurangan tenaga ahli di bidang pengairan tersebut. Universitas Brawijaya adalah salah satu institusi yang menyambut dengan antusias, mengingat Fakultas Teknik yang telah berdiri sudah lama dibina oleh  Proyek Induk Serbaguna Kali Brantas, sehingga tidak asing lagi dengan permasalahan di bidang pengairan.
    Berdirinya Jurusan Teknik Pengairan tidak lepas dari peran serta  DR. Ir. Suyono Sosrodarsono (mantan Menteri Pekerjaan Umum yang waktu itu menjabat Direktur Jenderal Pengairan, Departemen Pekerjaan Umum) sebagai penggagas dan pendorong, serta peran serta Prof. Ir. Suryono yang merealisasi terbentuknya Jurusan Teknik Pengairan.

    Sebagai langkah awal dilakukan penandatanganan Piagam Kerjasama antara Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili almarhum Ir. Sutami dan Universitas Brawijaya yang diwakili Rektor Prof. Dardji Darmodihardjo, SH.. Salah satu butir kesepakatan kedua belah pihak adalah kesediaan Universitas Brawijaya untuk membuka Jurusan Teknik Pengairan dan Departemen Pekerjaan Umum memberi dukungan tenaga pengajar, fasilitas pendukung pendidikan dan pengiriman dosen ke luar negeri (Institute Hydraulic Engineering, Delft Belanda).

    Sesuai dengan Surat Rektor Unibraw No. 4703/1/75 tanggal 10 Oktober 1975, tentang Persetujuan Pembukaan Jurusan Teknik Pengairan dan juga Berita Faksimili dari Dirjen Pendidikan Tinggi No.0335/dj/75 tanggal 23 Oktober 1976, maka pelaksanaan pendidikan di Jurusan Teknik Pengairan  resmi dimulai. Hal ini juga diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri P & K No. 0559/0/1983 tentang Jurusan Teknik Pengairan bukan bagian dari Jurusan Teknik Sipil. Atas saran dari Dr.Ir. Suyono Sosrodarsono, bahwa sejak awal kurikulum Jurusan Teknik Pengairan  dirancang untuk diarahkan ke Water Resources Engineering.

    Dekan Fakultas Teknik ketika itu adalah Prof. Ir. Suryono, sedangkan yang diangkat sebagai Ketua Jurusan Teknik Pengairan adalah Ir. Husni Sabar, Dipl.HE. yang ketika itu menjabat Kepala Staf Perencanaan Proyek Brantas. Mahasiswa angkatan pertama tahun 1976  adalah sejumlah 49 orang yang diasuh oleh 10 orang dosen tetap.

    Perintis

    Sebagai perintis atas terlaksananya perkuliahan di Jurusan Teknik Pengairan adalah para dosen yang terdiri dari  Prof.Drs. H.M. Hasyim Baisoeni, Drs.Ir. Soemartono, Dipl.HE,  Prof.Dr.Ir. Suhardjono, MPd.,Dipl.HE., Ir. A. Azis Hoesein, M.Eng.Sc.,Dipl.HE., J. Soegiyanto, MSc (almarhum)., Ir. Soebagio Tj., Dipl.HE.(almarhum), Ir. Herman Haryono.(almarhum), Ir. Sujatmoko Amali., Dr.Ir. Aniek Masrevaniah, Dipl.HE., Dr.Ir. Rispiningtati, M.Eng.. Tanpa mereka barangkali Jurusan Teknik Pengairan tak pernah ada, berkat jasa mereka Jurusan Teknik Pengairan telah menggaung keberadaannya, terbukti dengan banyaknya alumni yang tersebar mengabdi di tanah air tercinta ini.

    Susunan Ketua  dan Sekretaris Jurusan

    Periode I, tahun 1976 – 1979
    Ketua              : Ir. Husni Sabar Dipl.HE            
    Sekretaris        : Ir. Herman Hariyono (alm), tahun 1976-1977
    Sekretaris        : J. Soegijanto, MSc. (alm), tahun 1977-1979

    Periode II, tahun 1979 – 1985
    Ketua              : Ir. A. Azis Hoesein, Dipl HE., M.Eng.Sc.
    Sekretaris        : Ir. Aniek Masrevaniah, tahun 1979-1980
    Sekretaris        : Ir. Rispiningtati, tahun 1980-1983
    Sekretaris        : Ir. Endang Purwati, tahun 1983-1985

    Periode III, tahun 1985 – 1990
    Ketua              : Ir. Aniek Masrevaniah, Dipl HE.
    Sekretaris        : Ir. Sujatmoko Amali, tahun 1985-1987
    Sekretaris        : Ir. M. Ibnu Rubianto, tahun 1987-1990

    Periode IV, tahun 1990 – 1993
    Ketua              : Ir. Sujatmoko Amali
    Sekretaris        : Ir. Herman Haryono (alm)
    Periode V, tahun 1993 – 1996
    Ketua              : Ir. Rispiningtati, M Eng.
    Sekretaris        : Ir. Mohammad Bisri, MS.

    Periode VI, tahun 1996 – 1999
    Ketua              : Ir. H.M. Ibnu Rubianto
    Sekretaris        : Ir. Suwanto Marsudi, MS.

    Periode VII, tahun 1999 - 2001
    Ketua              : Ir. Mohammad Bisri, MS.
    Sekretaris        : Ir. Rini Wahyu Sayekti, MS.

    Periode VIII, tahun 2001 - 2007
    Ketua              : Ir. Suwanto Marsudi, MS.
    Sekretaris        : Ir. Ussy Andawayanti, MS.

    Periode IX, tahun  2007- 2009
    Ketua              : Ir. Rini Wahyu Sayekti, MS.
    Sekretaris        : Ir. M. Janu Ismoyo, MT.


    VISI DAN MISI
    Visi:
    Dalam kurun waktu masa berlakunya pedoman pelaksanaan pendidikan ini Jurusan Teknik Pengairan akan menghasilkan lulusan yang berkepribadian PANCASILA dan handal secara profesional dalam penguasaan serta pemahaman ilmu dan teknologi tentang pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya air berbasis wilayah sungai melalui TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI  (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Misi:
    Untuk mewujudkan visi tersebut Jurusan Teknik Pengairan menetapkan langkah:
    1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan kurikulum yang menunjang kemampuan dan kejujuran akademik, serta kompetensi terapannya yang berkualitas dalam bidang rekayasa dan pengelolaan sumber daya air berwawasan lingkungan.
    2. Melakukan penelitian dalam rangka pengembangan dan penyebarluasan pengetahuan dan teknologi, serta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya air dalam rangka optimalisasi daya guna air dan mengendalikan daya rusak air.
    Tujuan Program Pendidikan
    Program Pendidikan Sarjana Teknik Pengairan mempunyai tujuan khusus dalam menghasilkan lulusan yang berkompentensi sebagai yang tercermin dalam Tabel Struktur Kompetensi Mata­kuliah Jurusan Teknik Pengairan, sehingga para lulusan:
    1.     Memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam bidang ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan perencanaan, perancangan, pelaksanaan, pengoperasian dan pemeliharaan serta pengembangan dalam kegiatan:
    1.1.  Perencanaan Prasarana dan Sarana Sumber Daya Air.
    a.   Perencanaan pembangkit tenaga listrik, perencanaan sistem jaringan dan bangunan irigasi-drainasi lahan pertanian sawah, lahan kering dan persawahan pasang surut (rawa).
    b.   Perencanaan waduk guna keperluan pembangkit tenaga listrik, pengembangan irigasi, penyediaan air dan pengendalian banjir,.
    c.   Perencanaan sistem jaringan dan bangunan drainasi untuk kawasan perkotaan, lapangan terbang dan lapangan golf .
    1.2.  Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air.
    a.   Penatagunaan sumber daya air wilayah sungai dalam rangka memanfaatkan daya guna air (pembangkit listrik, air bersih, irigasi dan pertanian, serta perikanan) dan pengendalian daya rusak air (banjir, drainase perkotaan, erosi lahan, aliran debris, kualitas air dan pengendalian kawasan pantai).
    b.   Pengendalian dampak lingkungan dan konservasi lahan suatu Daerah Aliran Sungai  (DAS) dalam kesatuan Wilayah Sungai (WS).
    c.   Penerapan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendukung evaluasi dan monitoring pengelolaan sumber daya air melalui SIH3 (Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi dan Hidrogeologi).
    2.   Mempunyai kemauan dan kemampuan membelajarkan dan mengembangkan diri, peka dan bersikap terbuka terhadap perubahan-perubahan dengan tetap menjaga jati dirinya sebagai warga negara Indonesia.

    sumber : WRE 64

    BEASTUDI ETOS

    Beastudi Etos adalah beasiswa untuk anak-anak muda lulusan SMA yang tengah memperjuangkan cita-citanya agar dapat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan. Anak-anak muda ini tengah memperjuangkan masa depan mereka meski berangkat dari keterbatasan dan hambatan khususnya secara ekonomi. Beastudi Etos memiliki  mimpi besar bagi perbaikan bangsa Indonesia melalui program pengembangan SDM. Oleh karena itu, dalam Beastudi Etos yang di berikan tidak ahanya bantuan biaya pendidikan dan uang saku. Beastudi Etos juga memperkuatnya dengan aktivitas pembinaan pengembangan diri dan kehidupan berasrama. Beastudi Etos dihadirkan untuk Indonesia yang lebih baik.

    Beastudi Etos memiliki visi:
    Terdepan dalam membentuk SDM unggul dan mandiri. Beastudi Etos ingin melahirkan generasi-generasi excellent bagi bangsa ini. Beastudi Etos berusaha menghadirkan pejuang-pejuang baru yang gigih memperjuangkan masa depan bangsa ini, dengan keunggulan dan kemandirian yang mereka miliki.

    Untuk menghasilkan generasi yang hebat ini, Beastudi Etos memiliki misi:
    • Menerapkan manajemen mutu beastudi etos
    • Menerapkan kurikulum pembinaan beastudi etos yang berbasis kompetensi
    • Membangun dan mengoptimalkan jaringan beastudi etos
    • Mengoptimalkan peran SDM beastudi etos dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat
    Beastudi Etos saat ini tersebar di 13 wilayah dan 15 PTN dengan penerima manfaat sebanyak 409 orang dan 477 alumni. Adapun 13 wilayah persebaran program beastudi Etos adalah Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Samarinda, Makassar dan Ambon dengan PTN sebagai berikut: Universitas Syahkuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanudin dan Universitas Pattimura.

    Fasilitas yang diberikan :
    • Penggantian biaya masuk PTN
    • SPP semester I dan II
    • Uang saku Rp. 450.000 – Rp. 500.000 per bulan selama empat tahun
    • Akomodasi asrama selama tiga tahun. Asrama adalah media pembinaan dan pendampingan intensif para etoser guna mencetak pribadi dan komunitas produktif. Asrama juga dikelola untuk meningkatkan kebersamaan dan loyalitas etoser dan menjadi bagian dari sistem kerja utama program Beastudi Etos
    • Pelatihan, pembinaan dan pendampingan 4 domain (spiritual, akademik, pengembangan diri, sosial) selama 3 tahun. Secara umum ada tiga bagian pembinaan, yaitu pembinaan asrama (harian), pembinaan rutin (pekanan) dan pembinaan nasioal (tahunan). Pelatihan, pembinaan dan pendampingan ini dilakukan berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi untuk pengembangan prestasi.
    sumber : klik aja deh

    Selasa, 20 Agustus 2013

    ETOSER 2012



    Jumat, 14 September 2012

    HARIJANTO JOK


    Menerima Service Jok
    Flavon
    Dek Karpet dll